3 hari mengikuti Rakerda berasa 135.865 tahun buat Gue, karena selama acara berlangsung Gue gak bisa nulis dan bener-bener kecapean, boro-boro untuk nulis untuk sekedar mandi aja dengkul Gue gak bisa diajak kerja sama, bawaannya pengen langsung lompat dengan gaya kupu-kupu ke kasur. You know kayak abis diperkosa ratusan homo selama 5 jam non-stop. Sempat Gue berpikir sebagai pengalihan agar gak matgay, Gue berniat sembari bekerja, sambil celingak - celinguk nyari kenalan cewek cantik yang mungkin ada di sekitar acara, syukur-syukur bisa pacaran. Namun setelah Gue sadar acara ini seperti acara Hell of Party , semacam pemujaan setan yang dihadiri zombie-zombie penganut Lucifernisme yang berumur ratusan tahun, Gue buru-buru mengurungkan niat Gue.
Acara berlangsung di Gedung Graha Widya Bhakti, Balai Puspitek, Serpong. Gue dan Fredy nginep di wisma Puspitek yang udah di-Booking buat Gue sekaligus untuk para staf PLN tentunya. Banyak acara-acara seru yang Gue liput dan untuk keperluan dokumentasi perusahaan, salah satunya acara Outbound yang melibatkan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu labil yang sempet bikin Gue mesam mesem sendiri.
![]() |
| Lihatlah, ini seperti outbound orang-orang yang terkena Down Syndrom |
Kemaren waktu Gue di sela-sela acara, Gue sempetin untuk browsing dan ngebuka Twitter Gue. Antara bingung, kaget, dan sotoy, Gue baca sekilas bahwa Indonesia digemparkan dengan 2 Hot News di dunia maya yang bikin semua para Ababil resah, panik dan galau tentunya. Saking ketular paniknya, Gue spontan bekep muka Fredy di ketek Gue.Fredy koma 2 minggu.
Singkat cerita, Beritanya ialah mengenai aplikasi UberTwitter yang udah gak bisa digunain lagi oleh pengguna Blackberry di seluruh dunia dan terancam tampilnya film-film Hollywood di bioskop-bioskop Indonesia. Hmm..ya Gue tau, Gue tau Take my hand guys, I will give you big hug ‘cause i’ll be here stay with you. Gue rasain jeritan hati kalian yang membahana, lolongan perih kalian ditengah malam, seakan-akan tak ada lagi yang mampu menolong, langit seakan runtuh, dan berharap malaikat seperti Gue datang dan menenangkan jiwa-jiwa tak menentu kalian.
Banyaknya pro dan kontra yang bermunculan yang semakin lama Gue ngerasa harus ngebuat artikel ini. Gue harus ngambil tindakan. YA GUE HARUS!!!!!!!!! Apakah Gue terintimidasi sama kejadian-kejadian itu?oke langsung aja Gue kemukain melalui kacamata Gue.
Fenomena UberTwitter
Bagi Gue, fenomena ini cukup bikin Gue rada gerah pas tiap Gue buka account Twitter Gue, saking gerahnya Gue buka baju, lari-lari ngeterin UI sambil ngangkat tangan dan berteriak “Ini ketekku..ini ketekku!!”, ohh..bukan, bukan itu.
Gue “gerah” bukan dalam arti sebenernya, tapi terlebih kepada user Blackberry sendiri yang gak bosan-bosannya bercuap masalah UberTwitter yang udah suspended. Kalo misalnya Gue kuliah S1 Hukum yang lagi semangat-semangatnya bikin skripsi, Gue bakalan ngajuin judul “Pengaruh Pemberitaan UberTwitter kepada Tingkat Kriminalitas di Jakarta”. Lah?
Emang sih itu hak preogatif seseorang untuk mengemukan pendapat, dan Gue termasuk orang yang menjunjung tinggi Demokrasi. tapi jujur, Gue gak suka sama cara kalian meng-expose berita itu terus-terusan!!!!!!!! Liat aja kalo kalian masih begitu, Gue bakal bikin Fan Page di Facebook dan Twitter bernama “SAY NO TO UBERTWITTER’S NEWS”, Gue bakalan mimpin demo 7 hari 7 malam di istana negara bersama waria-waria di Jakarta, sambil mempertontonkan acara theatrical atas keberingasan cybernet di Indonesia, Gue bakalan nulis surat resmi kepada Tifatul Sembiring untuk meminta kebijaksanaannya, Gue bakalan membentuk aliansi pendukung bersama Roy Suryo, Ruhut Sitompul, Dewi Persik dan Ariel Peterpan (oke, semakin absurd saja.)
Kenapa Gue rela ngelakuin ini semua?????? Kenapa Gue mendadak terkesan ngelakuin manuver politik sekaligus mencari popularitas??Tapi ide bagus juga tuh, kali aja ada sutradara sembelit yang ngeliat kharisma Gue berorasi dan ngangkat Gue jadi aktor (meskipun cuma specialis adegan penganiayaan), kan lumayan. Enggak, jelas ..bukan itu. Gue rela, karena Gue kasian sama temen-temen yang lain yang gak punya gadget sekelas Blackberry, bayangin nih ya nyet, bayangin…apa jadinya Gue sebagai penulis cuma diem aje ngeliat fenomena ini.
Bayangin perasaan ababil yang kencingnya baru aja bisa lurus yang kebetulan punya Facebook, Twitter ato social media yang lainnya yang tiba-tiba kepengen di beliin Blacberry akibat expose kalian yang berlebih? Ya, kalo orang tuanya mampu, kalo enggak? Bapaknya bakalan setengah mampus bakal cari jalan untuk bisa bahagiain anaknya, entah itu ngerampok Bank, maling ayam, jambret dimana-mana, nyolong celana dalam cewek (ehmm..sory, yang terakhir itu Gue), dan yang lebih parah lagi nih, ketika kalian lagi pada baca Blog Gue ini, tiba-tiba ada om-om Hermafrodit berperawakan agak Homo dari belakang “haaaappppppp…..” menyekap kalian, kalian megap-megap kayak bencong kena ayan, dengan leluasa si om-om itu lalu menggauli kalian, lalu membunuh dan memutilasi kalian dan akhirnya menjual potongan titit kalian untuk dibelikan Blackberry dan sisanya dijadikan serundeng.
Ini yang namanya TANGGUNG JAWAB MORAL, LO TAU????? Kalian emang Gak pernah mikir kan? ya, Gue inget kata-kata emak moyang Gue dulu, Gue punya tanggung jawab moral terhadap kalian atas apa yang Gue tulis. Meskupun pada kenyataannya mungkin Kita gak saling kenal, gak saling bertatap muka, dan gak akan pernah untuk menjalin asmara.
Fenomena Blacklist Film Luar Negeri
Nah ini..ini yang bikin Gue tambah kesel dan merasa berita ini berita GAK PENTING BANGET untuk dipublikasiin. Saran Gue simple, cukup tutup semua Bioskop, kasih pesangon ke produsen bioskop, beresss!!!. Bukan karena Gue lagi jomblo sensitif akhir-akhir ini, tapi emang berita ini pengen ngebuat Gue berpikir untuk bergabung sama teroris Al-Qaeda Indonesia untuk melakukan pengeboman dan meletakkan target. Kalo Gue beneran jadi teroris, mungkin Waiting List yang Gue bikin untuk target-target Gue, kira-kira bentuknya bakal jadi seperti ini:
a. Target 1, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata yang udah memimpin rapat penyelesain masalah bioskop beberapa hari yang lalu dan keputusannya tetep nonsens.
b. Target 2, Semua Bioskop di Indonesia tak terkecuali bakal Gue luluh lantakkan supaya para pasangan gak bisa pada nonton. Huahahahaa.. *Evil Laugh* (backsound Marilyn Manson : Sweat Dream)
c. Target 3, Stasiun Televisi terkait yang doyan ngeberitain tentang bioskop-bioskop sialan itu. Malahan ada yang nayangin acara rapat secara live loh.SAMBEL!!!! tapi kalian tau gak, terlepas dari itu semua Gue juga seorang Bussiness Man yang cukup handal loh. Gue mampu memanfaatkan peluang bisnis yang ada. percuma dong Gue kuliah jurusan Administrasi Bisnis di Politeknik Negeri Jakarta (meskipun pada kenyataannya Gue hampir tiap hari diusir karena tidur di kelas). Hal itu terbukti secara Diem - diem Gue mencari cara menyiasati bagaimana setelah Gue ngelakuin pemboman, tanahnya bakal Gue beli dengan harga murah dan bakal Gue wakafkan ke orang-orang miskin, ini bakal jadi lapak bagi pedagang kaki lima dan pasar kaget. Lalu jika ada panitia EO yang keder nyari tempat buat ngadain hajatan,acara lomba 17 Agustus-an, aqiqah-an, yasinan ato sunatan masal sekalipun, Gue bakalan dengan ikhlas dan ridho jadiin tanah Gue sebagai venue, Gue juga bakal ngijinin tanah Gue untuk acara dangdutan. Dan you know what????? ini semua .......GRATIS!!!!!!!! What a great Bussiness Plan !!
d. Jeng..jenggg...jeeetttt………TARGET UTAMA. Si kampretttt Assraft Sinclair (Ya, emang kalo yang ini lebih kepada dendam pribadi karena udah ngawinin Bunga Citra lestari.)
Dari semua yang Gue sebutin diatas, terlihat betapa kepedulian Gue terhadap perasaan para jomblowan/i sangatlah besar. Bukannya Gue pengen memprovokasi kalian, Tidakkah Kalian sadar, kebiasaan nonton adalah kegiatan rutin yang sering dilakukan para pasangan ato minimal pasangan yang udah punya gebetan. Dari sebab itu semua Gue pengen menyarankan secepatnya kalian membentuk semacam “Front”,menyatukan visi dan misi, saling bergandengan bersama (yang bagian ini, Gue gak ikutan) untuk MENTUTUP SECEPATNYA BIOSKOP-BIOSKOP DI INDONESIA..!!!! kalo pemerintah tetep mencla-mencle gak bisa ngambil keputusan, kita Kalian yang bakal tutup dan Gue akan ada di barisan paling..emm...barisan ter..anu..aduhh dimana ya??!!oke masalah Gue ada dimana, itu urusan belakang tapi yang jelas Gue ingin memperjuangkan hak hak kalian sebagai warga negara yang utuh. Karena seyogyanya ada ato enggaknya film luar negeri di bioskop, gak pernah ngaruh sama kalian, karena Kalian udah berhenti dari kebiasaan itu karena apa? KARENA KITA KALIAN GAK PUNYA PACARRRRR!!!!!!!!!!!!
Ehm..Sekian,....


