Wednesday, March 9, 2011

Kegalauan Seorang Idiot

Hmm.. oke mau mulai darimana? Gue bingung, males ngebahas sebenernya. Bener-bener gak penting. Mungkin lebih penting kalo Gue nyari duit dengan atraksi debus, sambil makan beling di depan Senayan.

Oke..hmm Di ruang kamar Gue, lagi diisi That Should be Me - nya Justin Bieber. Pukul menunjukkan jam 11.50 PM. Sesekali Gue memandangi langit-langit. Bengong. Mengawang-awang. Gak tau Gue tiba-tiba kepikir apa Gue bisa menjadi salah 1  tokoh heroik  yang diceritain komik-komik Marvel di Hollywood sana. 

SUPERMAN mungkin, Gue pengen bisa terbang kayak dia. Menjelajahi dunia dengan sekali hempasan sayap yang menempel di punggungnya. Tapi setelah Gue pikir-pikir, Gue seharusnya bersyukur, dengan modal badan kurus, yang isinya cuma kentut dan dosa ini ternyata Gue juga  bisa terbang tau. Cuma bedanya, Gue terbang mirip  iklan Appeton Weight Gain. 

SPIDERMAN. Tokoh yang enggak realistis menurut Gue. Kenapa?iya..dia itu seharusnya bener-bener menjadi jelmaan laba-laba yang sesungguhnya. Dalam artian, laba-laba mengeluarkan jaring lewat pantatnya. Tapi kenyataannya Spiderman enggak. Entah karena tuntukan kreatifitas tim ato karena emang pencetus dari sononya hobi jadiin laba-laba sebagai kudapan, yang kalo secara logika Spiderman harusnya ngeluarin jaring lewat anus, ini malah lewat tangan. Untung aja waktu itu gak ada Gue. Kalo Gue dilibatin  meeting,  pasti Gue bakal nyaranin kriteria pokok pemeran Spiderman selain harus ganteng dan badan six pack,  juga harus punya tumor di pantatnya dan makanan favoritnya  kalo gak semur lalat ya harus pepes serangga. Setelah beberapa saat ngebayangin Spiderman sambil megangin pantat, Gue jadi ngurungin niat jadi superhero ini. Enggak deh, makasih!!

BATMAN. Keren sih. Superhero yang sesekali juga bisa terbang dan melakukan manuver-manuver ciamik ini, juga macho dan super tajir abis. Pemerannya bernama Bruce Wayne. Superhero ini terilhami dari binatang malam, kelelawar, ehh..kekelawar, kalong kali ya. Ahh..whatever.  Salah satu superhero yang punya keunikan menurut Gue. Iya, dari jaman kakek Gue masih maen Gundu sama Steven Seagal nih ya, dia punya 1 musuh doang masa? Joker namanya. Gue heran aja kok gak bosen-bosennya ya si Batman gebukin si Joker?? Dan lebih begonya lagi, si Joker juga gak bosen-bosennya digamparin ama si Batman. Emang absurd abis. 

Terus kedua orang bego itu hidup di kota bayangan bernama Gotham (mungkin kota ini merangkap ke dalam objek Film The Da Vinci Code. Yang kalo singkatannya, kota yang banyak GOT dan banyak Tukang orang jualan HAMburger. Iya emang maksa). 

Bener-bener Impression  dari kota ini gak jauh-jauh dari kejahatan, kriminalitas, perampok, polisi, bank, reporter dan musim dingin. Seenggaknya itu yang Gue tau. 

Lagi-lagi buru-buru  Gue udahin khayalan Gue daripada Gue nanti jadi  psycho kena beri-beri  yang doyan makan siomay kelelawar, ehh..kekelawar, kalong. Ahh..kancut.

Balik lagi ke diri Gue. Gue masih di kamar. Masih di depan komputer dan gak kerasa udah jam 01.48 AM. My mind have get brandish to someone, some places and some feeling that I can’t explain more. Ohh..tidak.

Gue mejemin mata sekali lagi dan terlintas peristiwa yang baru aja Gue liat. Emm..wait a second. Let me see. Gue coba mengingat kembali, Makan nasi padang, nonton film Bruce Lee, ngeliat kucing kawin, ahh..bukan. Emang  terlalu naif bagi Gue untuk mengindahkan “itu” ke pori-pori  pikiran dan memasukkannya ke dalam spam list otak Gue.

Ini lebih dari sekedar pikiran biasa, yang dengan hanya tertidur bisa me-refresh otak kembali untuk menstimulusnya menjadi entry-entry baru yang lebih fresh.

Setelah Gue berpikir dalam mengenai superhero - superhero kampret tadi, gak sepantesnya Gue terobsesi pada yang enggak mungkin Gue bisa wujudin. Jangankan jadi superhero, ngeliat kecoak aja Gue bisa  ngibrit terbirit-birit sambil kecirit. 

Terlepas dari semua hal diatas, menjadi  ANGIN mungkin lebih baik buat Gue. Gue akan terbang kemana aja, kapan aja dan semau Gue tanpa beban pikiran tentunya. Angin selalu mampu bersahabat dengan pohon, yang mampu menghembuskan tiap sudut batang pohon yang membantunya terlihat semakin  tegap, mantap dan tegar, seperti yang Gue harapkan. 

Angin juga mampu bersahabat dengan air. Membentuknya menjadi desiran ombak yang digilai para peselancar, baik lokal maupun internasional. Sungguh kombinasi mutualisme yang dahsyat, yang gak mungkin bisa dilakukan benda mati lain.

Menjadi KUAS CAT  mungkin (oke, khayalan Gue makin ngaco). Alat ini menjembatani antara Cat dan pengecat guna mewarnai dinding ruang menjadi bingkai-bingkai indah, colourfull dan menyegarkan mata. Terkadang ada dipikiran Gue  untuk sedikit berinteraksi dengan mereka, apa rasanya menjadi mereka? Apa mereka senang hidup menyerupai jablay? Gak hanya dinding, terali besi, ayunan TK sampai jamban (oke,terkecuali ada orang yang bener-bener gak ada kerjaan ngecat jamban) mereka jamah? Tidak banyak dari mereka yang berakhir di tempat sampah. Setelah bulu-bulu mereka rontok, atau karena kelalaian pengecat untuk membersihkannya kembali, mereka dibuang gitu aja. Pengecat lebih memilih membeli Kuas Cat baru ketimbang harus  membersihkannya terlebih dahulu dengan thinner atau sejenisnya. Na’as emang.
Digiles Gerobak Siomay Sekali Mungkin Bakalan Lebih Mirip Sama Muka Gue

Terminologi ini mungkin sama kayak kisah cinta Gue, dengan segala noda dan dosa Gue yang mungkin udah susah untuk ditolerir, pacar (re: pengecat) yang udah kadung males dengan semuanya, lebih memilih untuk pergi guna mencari Kuas Cat yang baru, yang entah sampai kapan ia akan berpikir untuk menggunakan, sampai akhirnya mungkin akan membuangnya lagi ketempat sampah, membeli lagi, membuangnya lagi, begitu seterusnya. Seperti Gue ini, Kuas Cat yang buduk dan udah tumbuh belatung di sisi-sisi bulunya. 

Tak banyak yang berubah, Gue cuma berharap ada keajaiban dimana recondition terjadi. Daur ulang. Ya, kata itu pasti ibarat Dewi Kwan In bagi Gue, kata yang sangat ditunggu-tunggu kaum Kuas Cat buduk korengan seperti Gue, menunggu untuk diangkat dari tempat sampah yang basah dan bau, dibersihkan, diganti bulunya dan menjadikannya baru  hingga siap dipajang lagi di toko material. 

Pada akhirnya ambisi dan harapan emang selalu menjadi juara dalam kehidupan, berdoa dan selalu berdoa agar kelak ada pembeli yang murah hati membeli dan menggunakan Gue dengan kasih sayang. Gue akan menyayangi dia dengan sepenuh hati, Gue akan mencoba kembali menanam benih-benih cinta yang telah mati, Gue dan pengecat akan menjadi partner  yang solid selamanya dan Kami akan memenangkan olimpiade mengecat dunia di Swiss kelak, so sweet… sampai tetes bulu terakhir. Gue ulangin. SAMPAI-TETES-BULU-TERAKHIR…. 

Normalnya. itu pun bakal terjadi, kalo dia sendiri gak menjadikan Gue Kuas Cat sesaat yang berakhir di tempat sampah lagi. Who knows?