Wednesday, October 10, 2012

DEAR MAS DAN MBAK-MBAK ONLINE SHOP

Dulu seorang temen bisa kabur karena diajak ikutan MLM. Alfi, temen gue minggu kemaren Blind Date sama salah satu mahasiswa UI. Semua berjalan baik-baik aja sampai dia sadar, cewek tsb adalah salah satu pioner MLM. Berlagak pahlawan, dia nepuk pundak gue, “Wo, gue pengen nyelametin dia.” 
 
“Langkah awalnya, gue kudu masuk dulu ke organisasi itu.” Lanjut dia.

“Trus?”

“Setelah itu gue bakal nyadarin dia dengan cara yang nggak bakal lo pikir sebelumnya.”


“Cakep. Trus, gimana langkah awal lo dijalankan?”

“Gue minjem duit lo dulu.”



***
Zaman sekarang zamannya serba praktis. kebutuhan pun makin komplek. bekerja juga sudah banyak dilakukan secara virtual office, tak terkecuali berbelanja. Liat aja situs sekelas tokobagus.com, kaskus.us, dll
 

Gak cukup networking di portal website, mereka ini mencoba menancapkan akar usahanya melalui fasilitas gadget masa kini.


Ebay juga nggak gini2 amat

Jadinya, gue suka risih sama temen2 gue yang berprofesi sbg mas dan mbak Online Shop. Tiap hari gue dibombardir sama SMS dan BM yang menurut gue kelewatan. Gue kira orang spt mereka ini sudah punah sebelum Orde Baru jatuh.

Min 3 BM masuk ke inbox gue. Isinya bisa ditebak, si mas dan mbak2 Online Shop tadi mencoba menarik perhatian dengan nawarin dagangan yang sama tiap hari.

Gue penasaran bisa jadi barang yang mereka jual adalah barang selundupan. Mending cuma jersey bola, gue malah pernah ditawarin Korset, Spandex dan rok mini. Ini apaa…

Gue jadi mikir persamaan kapal selem sama Online Shop itu apa. Ke laut aja.. Yaaa.. mungkin dengan di laut, mereka bisa lebih diterima.. paling tidak, mereka masih bisa nawarin dagangan ke lumba-lumba sebelum bener2 kelelep.

Yep! Online Shop memang ada. Mereka di sekitar kita. Mereka lebih dekat daripada urat nadi kita sendiri. Ada yang kontra, ada juga yang bela-belain nguras tabungan buat mereka.

Kita bisa lari, tapi kita tidak bisa sembunyi dari dagangan mereka..